bahasa bayi
Baru nonton Oprah...(setelah sekian lama tidak...hehehehe)
Salah satu topiknya ada seorang ibu dari Australia bernama Priscilla Dunstan yang mengaku memiliki kelebihan dalam mengingat suara.
Dengan kelebihannya ini, beliau bisa menghapal bunyi-bunyi pada bayi yang ternyata berpola, bermakna, dan sama untuk semua bayi dari berbagai negara dan ras.
Suara-suara ini berlaku untuk bayi berumur 0 - 3 bulan.
Berikut pola suaranya:
'neh' = lapar
'eh' = sendawa
'heh' = tidak nyaman, mau pipis misalnya
'owh' = mengantuk
'eair' = sakit perut, mau buang air besar
Suara-suara ini terdengar jelas sebelum bayi menangis. Bila bayi menangis, artinya mereka sudah kesal karena permintaannya tidak dipenuhi.
Ada yang punya bayi? Selamat mencoba. Cerita-cerita ya... betul atau tidak teori ini.
Salah satu topiknya ada seorang ibu dari Australia bernama Priscilla Dunstan yang mengaku memiliki kelebihan dalam mengingat suara.
Dengan kelebihannya ini, beliau bisa menghapal bunyi-bunyi pada bayi yang ternyata berpola, bermakna, dan sama untuk semua bayi dari berbagai negara dan ras.
Suara-suara ini berlaku untuk bayi berumur 0 - 3 bulan.
Berikut pola suaranya:
'neh' = lapar
'eh' = sendawa
'heh' = tidak nyaman, mau pipis misalnya
'owh' = mengantuk
'eair' = sakit perut, mau buang air besar
Suara-suara ini terdengar jelas sebelum bayi menangis. Bila bayi menangis, artinya mereka sudah kesal karena permintaannya tidak dipenuhi.
Ada yang punya bayi? Selamat mencoba. Cerita-cerita ya... betul atau tidak teori ini.


2 Comments:
yah..udah lewat tiga bulan sih.
Ini hebat... saya baru tahu ada kecerdasan linguistik pada bayi (hampura atuh, saya teh o'onnya kadang-kadang luar biasa. IQ tiarap. Maklum 'laki-laki' yang doyan curhat, seperti komennya si teteh di blog saya... "Oh jadi ini komen balasan yaa?", hehehe)
Teh, maaf saya curhat tea. Umur saya 30 (baru berapa hari lalu). Dulu waktu saya masih umur-umur awal kepala 2, cita-citanya adalah;
Kalau kepala 3, saya berjanji akan mempunyai sebuah keluarga sakinah mawaddah warohmah (walopun nggak tau apa artinya :) beserta kumplit dengan bayinya.
Hasilnya, waktu berlalu. Tahun berganti tahun. Tetap saja belum ada momongan. Jangankan momongan, keluarga saja belum ada.
Mungkin bukan jodohnya kali yaaa...
Tapi tulisan si teteh mengenai bayi ini, membuat saya tergugah... untuk tetap bersemangat membuat baby (hihihi, jijay... dasar 'laki-laki'!)
Beberapa waktu yang lalu, ketika kekasih tercinta masih ingat siapa saya yang sebenarnya. Dia bertanya "Sayang, kalau nanti kita punya anak... kamu mau ngurusnya?"
Saya jawab, "Dinda, saya tahu beratnya jadi ibu, saya tahu besarnya resiko melahirkan seorang ibu. Dan saya bersumpah, atas nama makam ayah saya, bahwa jika kita dikarunia anak nanti, saya akan merawat anak kita hingga nafas terakhir terhembus".
Ahh, jadi sedih, kalau ingat masa-masa itu. (maap, ini bukan komen, tapi curhat, hehe)
Thanks atas tulisan ini. Tidak semua 'laki-laki' menonton Oprah.
Post a Comment
<< Home